Saturday, February 15, 2014

Aku Cuma Rakyat Indonesia Biasa

Selama ini aku bingung harus melakukan apa untuk bangsa ini. Alhamdulilah ada ide brilian Ustad Yusuf Mansur, setidaknya saat ini aku BISA MENCOBA untuk ikut mendukung program beliau untuk kepentingan bangsa Indonesia.

Sudah saatnya Indonesia menjadi milik kita, rakyat Indonesia. Memang sekarang milik siapa?? Cek and ricek saja berapa banyak kebutuhan sehari-hari kita yang telah dimiliki bangsa Asing. Malu rasanya pada para pejuang yang rela mati-matian mempertahankan bangsanya..!
Sedangkan kita malah bangga dan cuek ketika ASET bangsa Indonesia PELAN-PELAN dan SEMAKIN BANYAK dijual ke bangsa Asing.

So kalau Anda memang orang Indonesia, Anda pasti mengerti kenapa Ustad Yusuf Mansur membuat perusahaan yang dinamakan VSI, yang memiliki MIMPI untuk MEMBELI ULANG INDONESIA..! Kalau masih nggak paham juga, terus masih acuh tak acuh dengan VSI, silahkan ganti kewarganegaraan deh..., Ini serius loh...!

Mencoba dinner dengan pasangan, yang katanya merayakan kasih sayang saja bisa, nah ini diajak MIMPI untuk MEMBELI ULANG INDONESIA malah nggak mau.. KTP cuma hiasan ya?? Atau KTP Indonesia cuma dijadikan pelengkap saja?? Come on guys, jangan jadi stupid di negeri sendiri.. Malu sama gelar sarjana yang berlimpah, kalau cuma bisa diam dengan keadaan bangsa yang semakin kehilangan ASET-ASET nya.. Saat ini lapisan bawah yang ada di pelosok terpencilpun mulai bergerak mendukung VSI, para pekerja Indonesia di luar negeri mulai merapatkan barisan di gerbong VSI. Anda?

Mau salahkan pemerintah?? Coba deh membiasakan MENYALAHKAN DIRI SENDIRIi dulu, kita saja belum memberikan sesuatu untuk bangsa, kok sudah menuntut ini-itu kepada mereka. Sekarang malah keberadaan VSI dijadikan ajang adu kepintaran teori. Plis deh, bikin sesuatu yang produktif, insyaAllah kami juga akan mendukung kok.
Rakyat ini haus perubahan. Sekecil apapun itu.

Pesan ini disampaikan tidak untuk dibaca, karena kebiasaan pelaku sosmed, paling anti dengan tulisan panjang. Hehehe.
Salam Semangat.

Catatan Leader Muda VSI

No comments:

Post a Comment